Jika anda berwisata ke Banjarnegara belum lengkap rasanya jika belum menikmati sajian segarnya Dawet Ayu khas Banjarnegara. yang merupakan salah satu kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat Banjarnegara.
Dalam pembuatannya, dawet ayu menggunakan air perasan daun pandan atau daun suji sehingga akan berwarna hijau. Dengan aroma khas yang wangi serta alami inilah yang membuat aroma dari dawet ayu semakin nikmat. Beberapa penjual Dawet Ayu sering menambahkan buah nangka maupun buah durian, hal ini untuk menambah kelezatan dari Dawet Ayu sendiri.
Mengenai nama dari dawet ayu, terdapat beberapa versi yang berkembang di masyarakat.
Versi yang sering kita dengar adalah, menurut seniman Banyumasan Ahmad Tohari, ia menceritakan jika berdasarkan cerita secara turun-temurun, dahulu ada sebuah keluarga yang berjualan dawet pada masa sekitar awal abad ke-20. Generasi ketiga penjual dawet itu cukup terkenal karena parasnya yang cantik. Sejak saat itu, dawet yang dijual pun disebut kebanyakan orang sebagai Dawet Ayu.
Selain namanya yang unik, terdapat keunikan lainnya yang terdapat di bagian atas pikulan atau gerobak untuk berjualan dawet ayu. Jika dilihat, gerobak penjual dawet ayu selalu terpasang dua tokoh pewayangan yaitu punakawan yang sering muncul dalam seni pertunjukan wayang kulit. Tokoh itu ialah Semar dan Gareng. Jika nama mereka digabung atau disingkat, maka akan membuat sebuah nama baru, yaitu Mareng. Dalam istilah bahasa jawa khususnya Jawa Tengah, kata mareng mempunyai makna yaitu peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau. Dalam filosofi ini, para penjual dawet ayu berharap jika musim kemarau segera tiba, sehingga orang-orang akan merasa kehausan dan membeli dagangannya.
Dawet Ayu Banjarnegara menjadi salah satu budaya yang dimiliki bangsa Indonesia, dengan kita mempelajari budaya Indonesia kita sudah mewujudkan perkembangan pendidikan yang beraneka ragam, dengan cara literasi budaya mengenai kearifan lokal, dengan menjadikan budaya literasi yang dimiliki SMAN 1 Banjarnegara sebagai bentuk pengembangan pendidikan. Dengan simbol literasi dawet ayu banjarnegara sebagai semangat dan motivasi untuk berkarya memperluas pengetahuan disegala zaman untuk kehidupan yang lebih baik